Rabu, 26 Januari 2011

Perintah Bekerja

''Maka apabila shalat telah selesai ditunaikan, bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia (rezeki) Allah dan ingatlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.'' (Q.S. Al-Jumu'ah : 10).

Ayat di atas menegaskan bahwa setelah ibadah fardhu ditunaikan,.maka kita diperintahkan untuk mencari rezeki demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Rezeki, meski sudah diatur-Nya, tidak akan datang sendiri menghampiri kita tanpa ada usaha untuk memperolehnya. Perintah bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki mengandaikan sebuah usaha prima, sungguh-sungguh, kerja keras, ketekunan yang disertai dengan do’a dan sikap tawakal kepada Allah SWT.

Sebuah kata-kata mutiara mengingatkan kita : ”Barang siapa yang bersungguh-sungguh, niscaya ia akan mendapatkan buah dari kesungguh-sungguhannya”. Maka, barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki, niscaya ia akan mendapatkan rezeki tersebut dengan izin Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda : ''Sesungguhnya, bekerja mencari rezeki yang halal itu merupakan kewajiban setelah ibadah-ibadah fardhu.'' (HR Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Jika kerja keras mencari rezeki merupakan kewajiban seorang Muslim setelah ibadah fardhu, masihkah kita merasa menjadi Muslim yang baik, ketika dalam jiwa kita masih tersimpan sikap malas dan tidak mau berusaha?

Selayaknya, ketika ibadah fardhu telah ditunaikan, kita tempa diri kita dengan cucuran keringat karena bekerja keras. Hanya dengan cara inilah, kita bisa bangga dan menunjukkan kalau kita benar-benar seorang Muslim sejati. Seorang Muslim yang sanggup menghadapi hidup ini dengan penuh gairah, semangat juang yang tinggi, meyakini bahwa rezeki Allah SWT sangat berlimpah dan disediakan bagi siapa saja yang mau berusaha menggapainya dengan ridho-Nya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya bi ghoiri hisab (tanpa perhitungan)”. (Q.S. Ali Imran : 37).

Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, selain menunjukkan jiwa serta kepribadian seorang Muslim, juga merupakan salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan karena kedua tangannya bekerja pada siang hari, maka pada malam harinya ia diampuni Allah.'' (HR Ahmad)

Subhanallah, hadits di atas menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Bijaksana dan Maha Pengampun kepada makhluk-Nya, karena manusia telah diberi ampunan Allah SWT lantaran ia bekerja keras pada siang harinya. Maka, janganlah kita merasa takut leleh karena bekerja, sesungguhnya Allah SWT sangat menghargai kerja keras bagi seorang hamba-Nya. Ingatlah bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT. Dan bekerja merupakan realisasi dari keimanan kita kepada-Nya, karena keimanan itu tidak cukup hanya diyakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan saja, tetapi lebih dari itu, ia harus direalisasikan dengan perbuatan (bekerja dan berusaha).

Jelaslah bagi kita bahwa tidak ada ruang bagi sikap malas dalam ajaran Islam. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mencari karunia Allah SWT di muka bumi ini dengan sikap gagah, sabar dan pantang menyerah. Di sinilah letak 'izzah (kehormatan harga diri sekaligus jati diri) seorang Muslim.

Sebaliknya, sikap berpangku tangan, pasrah terhadap keadaan, tidak berusaha mengubah diri ke arah yang lebih baik menunjukkan kerendahan diri seseorang. Bukankah Allah SWT telah memuliakan manusia dengan diberinya akal agar manusia itu berfikir, diberinya hati agar manusia itu merasakan, dan diberinya jasad agar manusia itu bekerja dan berusaha ? Maka, pantaskah kita sebagai seorang Muslim sejati, jika kita tidak mau berusaha untuk bekerja keras dan merubah diri untuk menjadi lebih baik ? Ingatlah, sesungguhnya Allah SWT tidak merubah suatu kaum (untuk lebih baik), kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Khoirurrijal

Sabtu, 13 Februari 2010

Latar Belakang Pengankatan CPNS Guru Honorer seluruh Indonesia


Cimaung (PGHI), ini dia latar belakang diadakannya seleksi CPNS guru honorer secara administrasi, Salah satu rekomendasi hasil rapat gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR-RI bersama Mendiknas M Nuh, Menag Surya Dharma Ali, Menpan EE Mangindaan, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara di DPR, Senin, 25 Januari, menyatakan Semua guru honorer harus diangkat menjadi CPNS.

Walau masih sebatas rekomendasi, namun kedepannya semoga bisa terealisasi. Rekomendasi lainnya, guru honorer yang tidak dibiayai APBN dan APBD juga akan diperhatikan. Terutama, menyangkut kesejahtaraan mereka.

Berkat Perjuangan PGHI ( Persatuan Guru Honorer Indonesia) dan seluruh Persatuan dan Organisasi para Guru Honorer yang bersatu untuk mengangkat harkat derajat mereka, maka dengan rahmat Allah SWT maka terdapat secercah harapan bagi seluruh para guru Honorer seluruh Indonesia. Persatuan Guru Honorer Indonesia dengan berbagai elemen yang sejenis yang memperjuangkan haknya dalam hal ini Guru honorer Sekolah, dapat bertemu dan duduk secara bersama dengan anggota DPR RI dan seluruh jajaran lembaga pemerintahan yang terkait dengan pengangkatan CPNS untuk membicarakan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan keluhan dan aspirasi mereka (Guru Honorer).

Rapat gabungan yang dipimpin Ketua Komisi VIII Burhanuddin Napitupulu menyepakati persoalan guru honorer harus segera dituntaskan menyusul segera disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan guru honorer. Untuk mempercepat itu, segera dibentuk panita perja (panja) yang anggotanya gabungan dari Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X.

Tugas panja memberi masukan untuk RPP agar tidak ada diskriminasi terhadap guru honorer. Masa kerja Panja adalah satu bulan. Dalam rapat itu juga disepakati bahwa kesejahteraan guru juga menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah. Seperti, gubernur, bupati dan walikota.

"Guru yang sudah menjadi CPNS namun belum diangkat harus segera ditetapkan menjadi PNS tanpa adanya seleksi. Melainkan, cukup dengan verifikasi administrasi," terang Burhanuddin.

Para wakil legislatif meminta persoalan kesejahteraan guru hendaknya menjadi fokus dalam pengangkatan guru PNS. Sebab, syarat pengangkatan guru PNS adalah berkualifikasi S-1 dan berusia maksimum 46 tahun.

Wakil Ketua Komisi II Taufik Effendi mengatakan, pengangkatan seorang guru harus memperhatikan faktor status dan kesejahteraan. "Kalau secara status tidak memungkinkan diangkat harus melihat aspek kesejahteraannya. Tidak harus menjadi PNS bisa juga menjadi pegawai tidak tetap," ujar Taufik.

Dia menjelaskan, pengangkatan guru honorer menjadi masalah sejak terbitnya PP No. 48/2005 jo PP No. 43/2007 tentang pengangkatan tenaga honorer nenjadi CPNS. Berdasarkan PP tersebut, sejak November 2005 tidak diperkenankan lagi mengangkat tenaga honorer baru. Semua tenaga honorer yang bekerja di sekolah negeri akan diangkat menjadi CPNS paling lama Desember 2009.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding menambahkan, bahwa agenda penting lainnya yang dibahas oleh panja adalah pengangkatan CPNS untuk mengakomodasi hasil keputusan DPR pada pertemuan Juli 2008 dan Oktober 2009. Juga, akomodasi guru swasta yang tidak dibayar oleh APBN/APBD di sekolah negeri maupun swasta.

"Nasib guru swasta ini tetap tidak boleh dilupakan," ujar politisi asal PKB ini menunjuk misalnya, nasib para pengajar honorer di madrasah mulai dari tingkat ibtidaiyah hingga aliyah. "Peran mereka juga tidak bisa diacuhkan begitu saja," katanya.

Sementara itu, Mendiknas M Nuh menjelaskan, sebelum terbit PP 48/2005, dari 900 ribu guru, ada sekitar 104.000 guru yang belum diangkat menjadi PNS. Menurutnya, hal itu terjadi karena ada yang tercecer. Juga terjadi pembengkakan jumlah tenaga honorer.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, jumlah guru bukan PNS di sekolah negeri pada akhir 2005 ada 371.685 orang. Namun, pada akhir 2009 naik menjadi 524.614 orang.
Nuh mengatakan, pengangkatan guru dibutuhkan untuk mengcover guru yang pensiun. Juga pemerataan distribusi guru ke daerah terpencil yang rasionya masih di bawah standar.

Kendati demikian, kata Nuh, pengangkatan guru harus tetap memperhatikan substansi. Seperti, harus berkualifikasi S1. Tujuannya, kata dia, untuk memenuhi standar kualitas guru.

Mantan rektor ITS itu juga sepakat agar gaji guru minimal harus sama dengan UMR. "Yang penting, persyaratan substansi guru harus dipenuhi. Jika belum S1 bisa bekerja sama dengan pemda untuk merampungkan pendidikan akademiknya," jelas Nuh.

Sementara itu, menurut Menpan EE Mangindaan, pemerintah akan mengurangi pengangkatan tenaga kerja honorer pada 2010. Persentase penerimaan tenaga kerja honorer tersebut menurun dari 65 persen pada 2005 hingga 2009 menjadi 30 persen tahun ini.

Alasan penurunan tersebut, kata Mangindaan, karena sebagian besar tenaga kerja honorer telah diangkat menjadi pegawai tetap.
Semoga allah memberkati kita semua

Kamis, 27 Agustus 2009

Indonesia lawan Malaysia

Indonesial National Anthem

Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia

Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap

IndonSIAL National Anthem

Indonesia tanah air kencing ku
Tanah tumpah darah kotor ku
Disanalah aku berdiri dan memantat
Jadi pandu ibuku
Indonesial kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Air kencing ku
Marilah kita berseru
Indonesial bersatu

Matilah tanahku
Matilah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Matilah jiwanya
Matilah badannya
Untuk Indonesial Raya

Kamis, 06 Agustus 2009

Bisnis gratis, Dapat duit, http://www.komisigratis.net/?id=deni_bule

Bisnis Online Gratis

Bisnis Online Paling Mudah dan Praktis
Menghasilkan Rp.483.729.320,00 Tanpa modal Sepeserpun

Bersama KomisiGratis.Net

Dapatkan manfaat luar biasa dan bonus berlimpah dengan bergabung bersama kami Tanpa beaya sepeserpun

Anda mendapatkan sumber penghasilan tambahan yang bekerja otomatis Plus bonus menarik dan berbagai peluang penghasilan yang up to date.

klik aja: http//www.komisigratis.net/?id=deni_bule

100% BEBAS RESIKO